Akhir Symphony Patah Hati

Hari ini mungkin hari terakhir kita bisa bertemu tanpa alasan kuat, aku selalu menunggu bagaimana akhir kita.

Maka ku terus memperjuangkan hati mu sampai akhir walau tak jarang salah dan malah menambah luka, dengan harapan bisa mengubah takdir, tapi ternyata semesta tetap pada keputusannya.

Aku hanya takut kalau-kalau kau mencari ku sedang aku telah menyerah untukmu. Aku terlalu senang memainkan symphony patah hati. Aku terlalu bahagia jika sudah bercerita semua duniaku kepada mu tanpa peduli kau ingin dengar atau tidak, sedih ku juga terlampau lusuh hanya dengan pengabaian mu..

Tuan kau tahu aku tidak akan menyerah hanya karena kau abaikan. Aku akan terus mendatangimu, hanya aku sadar kau lelah dan sesak nafas menanggung perasaan ku yang amat dalam sampai-sampai membuatmu selalu ingin lari dariku.

Aku tidak akan lelah karena aku begitu sangat menyukaimu, maaf tuan sepanjang perkenalan dan percakapan kita aku terus membagimu luka hingga lupa niat awalku membuatmu bahagia.

Sekarang kita telah mencapai akhir, aku si pemuja yang membuatmu sulit bernafas dan kau sebuah jatuh yang membuat pemiliknya lupa bagaimana cara tersenyum, selamat atas kebebasan kita.

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum sejauh matahari kita pernah sedekat nadi

The Ramen Sensei

Perjalanan 2025 — Melihat Apa Adanya