Kamu yang Pertama
Mungkin kenapa kamu tertahan di otakku walaupun sudah kupaksa pergi adalah kamu yang pertama. Oh, iya aku tidak pernah memberitahu mu ya? Perihal kamu adalah orang pertama yang membuat ku merasa menjadi perempuan, membuat ku ingin terlihat cantik, kamu yang membuatku ingin terlihat lebih kalem dari biasanya. Kamu orang pertama yang membuat ku mengalah dengan suka rela
Kamu orang pertama, membuat ku bisa begitu peduli pada apa apa yang selama ini aku tolak dan ku abaikan. Kamu orang pertama yang membuat ku malu jika bertingkah tidak selayaknya perempuan
Sebelum bertemu dengan mu, perasaan di hati hanya sedikit. Marah, dan senang. Selebihnya aku tidak percaya. Aku masih manusia, pasti pernah sedih. Hanya saja aku belum pernah sedih untuk hal yang seperti kamu bawakan sekarang ;cinta
Bahkan aku kebingungan, bagaimana bisa patah hati membuat orang ingin mati. Kata mereka, ada semacam tangan tak terlihat yang meninju ninju bagian dada ketika patah hati. Sungguh, hanya sesuatu yang didramatisir begitu kupikir sebelumnya
Hari hari ku sangat sederhana, bermain bersama teman teman ku, sekolah, mengerjakan pr belajar, makan dan tidur dengan teratur. Pernah beberapa kali, teman ku bercerita sedang jatuh hati, matanya berbinar jika ditanya atau membicarakan orang yang disukai. Aku? Sebenarnya pun aku tidak paham apa yang teman ku derita mengapa hanya dengan sebuah pesan singkat dia bisa senyum senyum? Apakah orang yang dia sukai itu memberinya lotre?
Saat bertemu dengan mu, aku tidak pernah terpikir untuk mendekat sedikit pun tidak, tidak terpikir untuk mengenal sungguh, itu sangat jauh tidak ada dalam benak ku sedikit pun. Tapi entah mengapa padamu lah mata ini menjadi pengamat dadakan, cara mu berbicara, mendengar, tertawa, berjalan. Dalam sekejap ku hafal dan terus berputar putar seperti kaset rusak.
Padamu lah, aku menjadi entah lebih manusia atau lebih tidak manusia entahlah, mengenal mu membuat duniaku jungkir balik, terguling. Sungguh! Kamu yang pertama
Mendadak perasaan ku kian ramai, tidak hanya hitam dan putih. Kedatangan mu seperti mengguyur hidup monochrome ku dengan banyak macam rasa kadang aku bahagia, marah, sedih, cemburu, takut. Dengan magisnya dulu hal kecil dari mu membuat mood ku meningkat
Entah darimana dan sejak kapan, aku mulai bisa membuat kalimat kalimat puitis jika sedang berbunga atau kata kata berbau luka saat kamu menghilang
Hanya padamu, aku merasakan tangan tak kasat mata itu meninju. Hal yang dulu kukira hanya dramatisasi keadaan, akhirnya sampai membuatku sulit bernafas. Dengan kamu lah aku belajar banyak rasa.
Dan sekarang, dengan kamu lah aku berusaha merelakan.
Untuk mu yang sekarang sedang memperjuangkan masa depan, terimakasih sudah mau mengenal ku dan mengenalkan banyak rasa padaku
Terimakasih mau singgah pada seorang aku
Terimakasih mengizinkan ku memasuki hidupmu saat masih banyak yang lebih layak
Terimakasih dari awal mau memulai cerita ini dengan ku :)
Comments
Post a Comment