Lupa

Sesekali aku ingin meminjam mata mu untuk melihat apakah ada aku disana, bagaimana rupa ku, dan secerah apa aku ketika melihat mu.

Sesekali kamu harus meminjam jantungku agar terbayang sedikit oleh mu segila apa detaknya jika di dekatmu.

Sesekali kita harus bertukar peran, sederhananya agar paham bagaimana aku mencintai dan bagaimana jadi kamu yang pura pura tidak tahu

Kamu bukan ciptaan Tuhan paling sempurna dengan pahatan wajah maha tampan.

Kamu juga bukan pahlawan super tangguh yang bisa melelahkan besi sekali tatap.

Kamu hanya kamu, pria yang aku suka sejak empat tahun lalu.

Kamu hanya akan menjadi kamu si tukang lupa yang manja

Sebenarnya tuan, aku sudah tidak ingat lagi sebahagia apa jika mendengar suaramu, bagaimana mataku berbinar saat melihat sosokmu

Kupikir aku gila, mengingat senyummu saja aku kesulitan lalu bagaimana bisa perasaan ini tetap sama keras kepalanya?

Dan memang, tidak ada bagian diriku lagi yang waras jika tentangmu

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum sejauh matahari kita pernah sedekat nadi

The Ramen Sensei

Perjalanan 2025 — Melihat Apa Adanya