Yang Kamu Izinkan Menetap

Tadinya aku masih ingin menemanimu sampai kapanpun, tadinya aku masih ingin selalu menjadi tempat mu rebah, tadinya selamanya aku ingin selalu menjadi satu-satunya pendengarmu, tadinya aku ingin menjadi tempat kamu percaya meletakkan segala kelemahan

Tapi tuan, itu hanya ingin ku tidak dengan mu. Kamu mungkin segala yang aku inginkan sekaligus segala yang tidak bisa kuraih bahkan dengan mematahkan hati berkali-kali

Aku mungkin tidak akan pernah bisa menjadi koki mu kelak, dan semoga perempuan beruntung itu tetap membuat mu makan sayur dengan cukup walaupun tahu kamu membencinya

Semoga dia maklum kamu mudah bosan, dan menunggu mood mu kembali, bukan meninggalkanmu

Semoga dengan dialah kamu bisa beristirahat ketika sudah seharian memakai topeng tersenyum

Semoga dengan dialah kecemasan dan ketakutan mu teryakini

Semoga dia selalu mendengarmu bahkan dari yang tidak bisa kamu ungkapkan

Aku sudah banyak membaca, banyak melihat dan mendengar bagaimana ketika kita dicintai sebegitunya, jadi sekarang aku yakin menunggu sampai kapanpun tidak akan mengubah apa apa termasuk hatimu

Jangan tanyakan kenapa aku tetap menemanimu walau sudah tahu, karena ketika yang kau pilih untuk menetap tiba saat itulah waktuku berakhir untukmu, sabarlah sedikit lagi sampai dia datang. Agar aku bisa memberi tahunya banyak tentang mu, yang bahkan kamu sendiri tidak tahu

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum sejauh matahari kita pernah sedekat nadi

The Ramen Sensei

Perjalanan 2025 — Melihat Apa Adanya