Penghuni Hati

Jika nanti aku menghilang, tidak lagi membuat kegaduhan pada notifikasi ponsel mu ketika kamu tidur, tidak lagi banyak bertanya apapun tentang kamu, tidak dapat kamu temukan di mana pun entah itu besok, lusa atau bisa saja setelah detik ini berlalu.

Yang harus kamu ketahui adalah ketika hari itu tiba, bukan karena aku sudah tidak lagi ingin berbicara dengan mu, atau hati ku sudah berpindah, jelas itu tidak mungkin. Dengan mu saja sudah kukerah kan segala daya untuk kembali percaya jadi mustahil aku menghilang karena hati yang sudah tidak pada tempatnya, ku pastikan itu bukan alasannya

Mungkin ada waktu di mana kita sudah kehabisan bahan untuk dibicarakan semoga kamu tidak berpikir untuk mengakhiri, karena aku masih ingin mendengar. Apapun itu yang hendak kamu bagi dengan ku entah cerita duka atau suka aku masih setia mendengar maka jangan sungkan memulai percakapan dengan bagaimana hari mu berlangsung

Nantinya kita pasti banyak menemukan hal rumit hingga membuat muak, juga menemukan orang baru bisa saja terlihat lebih menjanjikan dan lebih mudah, atau kejenuhan karena selalu hal sama yang kita bicarakan. Ku mohon sesulit apapun nanti dengan ku semoga pergi bukan yang kamu pilih

Karena kamu sudah berhasil, kamu berhasil mendobrak pintu yang tadinya kuputuskan takkan pernah ku buka. Kamu sudah berhasil mencuri sesuatu yang ku kira sudah tidak berfungsi. Keberhasilan mu juga membuatku memikirkan mu, dengan frekuensi lebih sering. Kamu, membuat ku mau tak mau belajar lagi bagaimana caranya mencintai

Dan mungkin kamu adalah yang selama ini Tuhan simpan, ketika menurutNya aku butuh dua untuk saling mengerti dan bertumbuh, maka bersabarlah bersama ku lebih banyak lagi ada ruang yang sedang ku siapkan untuk mu sebuah ruangan yang ornamennya sudah berganti dengan kamu. Sebaik baik nya penerimaan, di sana sedang ku bangun kan tempat ternyaman untuk mu menetap.

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum sejauh matahari kita pernah sedekat nadi

The Ramen Sensei

Perjalanan 2025 — Melihat Apa Adanya