Pria Kesayangan

Kau tahu? Untuk mulai menuliskan ini aku mengumpulkan banyak banyak rasa agar tumpah dalam bentuk kata yang bisa dengan mudah kau baca. Aku jarang melakukannya, bahkan aku sampai bertanya kepada mu mengapa akhir akhir ini aku jarang sekali menulis, lebih lebih tentang kamu.

Untuk sekarang yang sering memenuhi otakku selama perjalanan kita..

“bahagiakah kamu bersamaku?”

Selalu itu yang berputar – putar tak tahu hari bahkan detik, ku harap jawabannya walau belum bulat
‘bahagia’ tapi semoga mendekati.

Aku mencintaimu bahkan hatiku lebih dulu memilih mu, sebelum kamu mengutarakan rasa. Mungkin, Tuhan sudah menakdirkan kita saling mencintai bahkan dari sebelum sebuah temu terjadi, hanya tetap saja cinta dan perasaan manusia adalah teka – teki, hidup kita selalu berjalan dengan dinamis begitu pula dengan hati tak tahu kapan ia jatuh cinta lagi.

Tapi Kuulangi, aku mencintaimu, sangat. Semoga selalu begitu. Karena setelahnya masih rahasia untuk aku ketahui..

Yang Aku tahu, kamu juga aku bukan manusia sempurna, maka ku mohon pada mu jika suatu hari kita lagi – lagi pecah suatu pertengkaran, saat kamu memalingkan wajah dari ku, saat ego kita memenuhi udara, tolong jangan sangkal hatimu, jangan pula membiarkan  gengsi bertahan disana di hatimu karena aku takut ia mungkin bisa mengusirku.

Utarakan saja semua yang membuat mu sesak, tapi jangan melangkah pergi. Jika suatu hari ada kekecewaan mendatangi jangan ragu mengirim maaf terlebih dahulu. Dan jika ada satu dari kita tidak lagi kuasa mencegah luka, jangan pergi berpisah arah. Ingatlah perjumpaan kita serta cinta yang masih ada.

Kamu butuh menyendiri tapi tidak dengan melepasku pergi, kamu mungkin harus mengobati luka tapi biarkan aku yang mengobati.

Juga ketahuilah, bagiku kamu adalah hadiah dari Tuhan ketika aku lulus dalam merelakan banyak hal yang kucintai, mungkin pula kamu jawaban ketika doa ku sudah sampai menumpuk di mejaNya.


Ada dimana bertemu untuk belajar melepaskan tapi semoga dengan mu, bertemu untuk saling melengkapi dan  menjaga. Maka  ku serahkan semuanya ke pada yang Maha. Aku yakin Ia masih menjadi yang paling ahli menyatukan dua hati

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum sejauh matahari kita pernah sedekat nadi

The Ramen Sensei

Perjalanan 2025 — Melihat Apa Adanya