Aku Pernah Mencintai
Aku pernah mencintai, hampir muak pun aku sudah Aku pernah mencintai, hingga lelah juga sudah menyerah Aku pernah mencintai, beberapa bahkan puluhan kali memutar arah Aku pernah mencintai, dibantai amarah ku pasrah Aku pernah mencintai, seperti panah menancap daging menjadi nanah Aku sudah hapal sakitnya, hingga jadi biasa, hingga jadi pencandu luka, mungkin suka bermain symphony duka berdarah darah Dulu bagiku, asal tidak menyerah semuanya tak apa walaupun hati sudah habis terkikis, bagiku tak apa asal masih bisa ku perjuangkan, mati pun tidak terasa, toh nanti dia tumbuh lagi seperti ekor cicak Bodohnya kukira dengan semua macam luka yg sudah tericicipi aku yakin bisa menjadi terbaik, setidaknya dalam versiku untuk mu Bodohnya dengan percaya diri, macam - macam nyeri seperti nya tidak akan salah langkah karena sudah pernah ku jejaki sampai nyaris hilang arah Tapi dengan mu aku kembali seperti belum pernah mengalah, belum pernah berjuang tak kenal lelah, belum tahu rasanya pat...