Satu Banding Sepuluh Ribu
Sedewasa apapun manusia tetap akan menangis seenaknya di hadapan langkah kaki yang berjalan makin jauh, walaupun tahu yang akan terjadi selalu sama sakitnya, hanya entah perpisahan yang keberapa rasanya tetap ini yang pertama. Kamu tahu sebodoh
itulah aku, walaupun tak pernah siap ditinggal, rasa ingin tahu ku nekat minta
terpenuhi,
“mungkin kah kali ini kamu akan menahan ketika aku hendak pergi, apa
kamu akan memintaku sedikit lagi bertahan? Bisakah aku terjun bebas menikmati angin
kencang tanpa takut jatuh, karena yakin akan kau tanggkap, kemudian kau
selamatkan?”
Sayang, didetik berikutnya jantung ku berpacu cepat, kita sudah tak menjadi apa apa. Aku pergi dan kamu melepas. Jujur, bagi ku kamu
belum pernah seberharga saat diambang tiada ini. Dengan fakta beberapa detik
setelah itu kamu bukan milik ku lagi, dengan fakta besok ku, lusa ku dan
seterusnya kamu tidak lagi ada dihidupku.
Walaupun aku tahu kamu mudah melepas. walaupun aku tahu kemungkinan kau tahan 1 banding sepuluh ribu ketidakmungkinan, cuma tetap saja oleh mu, sekali saja dalam hidup ku aku ingin kau paksa untuk tinggal, sekali saja aku
ingin diberi rengekan agar aku tak kemana mana, sekali saja kau tidak menerima kepergian ku, egois ya?
Comments
Post a Comment